Home > .NET, Software Engineering > Mission Impossible

Mission Impossible

nah, baru sempet nge-blog lagi, setelah sekian tahun tidak nge-blog :p

Oke, kali ini, saya ingin bercerita mengenai sebuah project, yang saya beri nama Mission Impossible. Yup, ini bener-bener Mission Impossible. Misi yang dimaksud adalah membuat sebuah aplikasi yang dapat up-and-running dalam waktu “hanya” 10 hari. Hal ini terjadi karena client yang saya hadapi kali ini, benar-benar tidak punya waktu lagi terkait jadwal kick off project dan company plan mereka. So, kita hanya punya waktu 2 minggu untuk requirement gathering, 1 minggu untuk analisa dan 1 minggu untuk implementasi (coding).

Yang membuat segala-nya jadi tak mungkin adalah scope dari project ini yang cukup besar. Masalah yang ingin diselesaikan adalah membuat sebuah sistem yang membantu proses konsolidasi laporan. Proses manual yang sekarang terjadi adalah menggunakan Excel yang di share kepada banyak orang dan diakses dari seluruh Indonesia. Problem-nya adalah: reference excel yang sering error. Sebagai informasi, total pos-pos pengakses data excel ini berjumlah sekitar 300-an pos.

Setelah berfikir dan berdiskusi, akhirnya kami menyimpulkan untuk membuat sebuah robot! Robot yang dapat membuatkan program secara otomatis, hanya dengan mendefinisikan model dari aplikasi yang ingin dibuat. Robot ini sebetulnya sudah pernah ada, tetapi masih belum sempurna. Akhirnya, dalam waktu 3 hari, saya diberi kewajiban untuk menyelesaikan robot ini agar dapat segera di fungsikan dan dapat membantu dalam proses development software yang hanya 10 hari ini. Alhamdulillah, semua tercapai, berikut screen shot dari robot penulis program kami. Dia saya berinama CodeSlave alias budak kode :D

AMN CodeSlave

AMN CodeSlave

Pada gambar disamping, dapat dilihat bahwa untuk menggunakan CodeSlave, yang harus kita lakukan adalah mendefinisikan model aplikasi dalam file XML, kemudian menentukan lokasi direktori tempat kode aplikasi akan disimpan, terakhir menentukan class module yang akan digenerate dan tipe database yang digunakan.

Lalu, hanya dengan satu sentuhan tombol, kita tinggal menunggu ber-puluh-puluh modul di generate secara otomatis oleh aplikasi ini. Hasilnya adalah sebuah solution lengkap dengan struktur project yang sesuai dengan framework yang digunakan oleh AMN.

Buka solution, tekan F5 dan aplikasi langsung berjalan sempurna. Yeah! It works! dalam 10 hari, kami berhasil membuat 54 modul web application dan 3 module excel addin. fyuh! Saya tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada CodeSlave ini.

Thanks CodeSlave, you save our life a lot!

Rencananya saya akan terus mengembangkan CodeSlave ini, sehingga akan membuat kehidupan programmer lebih indah… tinggal define XML Model dan beberapa klik, jadi deh module stabil yang bisa langsung di compile dan di deploy ke server.

Advertisement
Categories: .NET, Software Engineering
  1. No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.